Bagi seorang wajib pajak yang juga merangkap sebagai pengusaha kena pajak, pasti akan bersinggungan dengan yang namanya faktur pajak elektronik. Dulu, jauh sebelum tahun 2014 tiba, para pengusaha kena pajak, masih menggunakan faktur manual yang telah diformat secara resmi oleh kementerian pajak.

Kini, per 2014 lalu, para pengusaha kena pajak tersebut diwajibkan untuk telah mempergunakan faktur pajak elektronik yang telah disediakan oleh ditjen pajak. Faktur tersebut bisa diperoleh melalui website resmi DJP online.

Mengenal eFaktur Pajak

Definisi efaktur pajak

efaktur pajak, memiliki arti sebuah faktur pajak dalam bentuk elektronik. Penggunaannya didasari dengan semangat kejujuran. Pasalnya, sebelum kehadirannya ada banyak faktur pajak manual yang keabsahannya patut dipertanyakan. Mulai dari kecurigaan faktur fiktif, faktur ganda, sampai ke keterlambatan penerbitan.

Untuk itu, pihak kementerian perpajakan melalui DJP, akhirnya memutuskan membuat terobosan baru, yaitu faktur elektronik. Faktur pajak elektronik ini saat hadir pertama kali, dan bisa dipakai oleh para pengusaha kena pajak  dalam bentuk e-faktur web. Nah, seiring waktu berjalan, kini muncul dalam bentuk aplikasi mobile yang memiliki fitur lebih komplit dan komprehensif.

Bagaimana Cara Registrasinya eFaktur?

Sebelum bisa menggunakan efaktur pajak, maka seorang pengusaha kena pajak wajib melakukan registrasi e-faktur  lebih dahulu. Proses registrasi ini tidaklah sama sebagaimana registrasi akun akun pada umumnya. Karena kepemilikan akun di e-faktur sampai kini hanya pada kalangan terbatas pengusaha kena pajak yang dipilih dan terpilih.

Ini terjadi karena e-faktur adalah aplikasi yang berada dibawah pengawasan langsung DJP. Untuk bisa menggunakan faktur elektronik, para PKP ini harus yang telah memenuhi persyaratan khusus dari DJP. Apa saja persyaratannya? Berikut penjelasannya

  1. Pengguna e-faktur adalah seorang wajib pajak yang telah disahkan dan telah memiliki akun PKP
  2. Memiliki sertifikat elektronik dari DJP
  3. Memiliki komputer dengan spesifikasi khusus untuk menjalankan aplikasi e-faktur

Macam Macam efaktur Pajak

Berdasarkan update informasi dari kementerian perpajakan yang klikpajak by mekari dapatkan. Terdapat tujuh jenis faktur yang masuk ke dalam bentuk elektronik. Berikut adalah ketujuh macam faktur elektronik perpajakan tersebut, yakni Faktur

1. Pajak Masukan

Kini dalam bentuk e-faktur masukan, dipakai oleh pengusaha kena pajak sebagai media pencatatan segala macam transaksi penjualan barang kena pajak, jasa kena pajak dan barang mewah kena pajak. Dengan adanya faktur pajak elektronik, pengusaha kena pajak sangat diuntungkan karena tidak perlu repot menulis manual.

2. Pajak Keluaran

Sekarang dalam bentuk e-faktur keluaran, dipakai oleh pengusaha kena pajak sebagai media pencatatan segala macam transaksi pembelian barang/jasa/barang mewah kena pajak yang dipakai dalam proses operasional perusahaan.

3. Pajak Pengganti

efaktur jenis ini digunakan sebagai suatu upaya penggantian faktur. Terhadap surat faktur yang telah diterbitkan sebelumnya. Faktur ini dipergunakan apabila ada kesalahan pengisian yang berhubungan dengan jumlah nominal. Ini dilakukan untuk menghindari proses audit yang menjadi semakin rumit dan panjang.

4. Pajak Gabungan

Faktur yang dipakai oleh PKP untuk melaporkan pajak gabungan dari proses pembelian barang oleh customer selama satu waktu periode. Misalkan pembelian barang atau jasa dalam jangka waktu satu bulan.

5. Pajak Digunggung

Merupakan sebuah efaktur yang hanya boleh dibuat oleh pengusaha kena pajak untuk seluruh produk yang terjual dengan pembelinya adalah pedagang eceran. Sehingga formulir faktur ini diperbolehkan untuk ditandatangani langsung oleh sang PKP tersebut.

6. Pajak Cacat

Merupakan formulir faktur yang tidak memenuhi persyaratan. Seperti tidak memiliki keterangan tanggal dan bulan serta tahun yang lengkap. Kemudian tidak adanya tanda tangan pihak yang berwenang. Lalu ada lagi kesalahan penulisan kode dan nomor resi pada faktur tersebut, dan beberapa item lainnya.

7. Pajak Batal

Yang termasuk ke dalam efaktur pajak batal adalah faktur pajak elektronik yang transaksinya tidak jadi dilaksanakan. Alias dibatalkan, entah oleh pihak pembeli, maupun oleh pihak penjualnya sendiri. Dengan atau tanpa alasan yang pasti. Intinya produk yang bersangkutan tidak jadi keluar dari gudang penjual.

Demikianlah pembahasan mengenai proses mengenal e-faktur pajak yang bisa klikpajak sajikan. Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok diantara keduanya, yakni faktur pajak manual dengan faktur pajak elektronik. Hanya saja, yang manual memerlukan usaha lebih disiplin dan ketat dalam menjaga arsip faktur yang telah dibuat. Sementara yang elektronik tidak.